Wednesday, August 7, 2013

MINGGU I ADVENT TAHUN A

Hari Minggu Pertama Masa Adventus Tahun A.

Yes.2,1-5; Rom.13,11-14; Mat. 24,37-44





Seturut aturan liturgi Gereja, mulai hari ini kita memasuki masa penantian / masa adventus. Kata adventus ini sering kita dengar. Adventus ini berasal dari kata Latin artinya kedatangan. Kita menantikan kedatangan. Kedatangan yang dimaksudkan itu adalah kedatangan Tuhan. Jadi kita menantikan kedatangan Tuhan.

Ada tiga makna Adventus Pertama, Makna masa lampau. Kita mau memperingati kelahiran Yesus Kristus pada masa lampau di Betlehem. Kita mau memperingatinya kembali, seperti kita memperingati hari ulang tahun kelahiran kita masing-masing. Supaya Kelahiran Kristus sebagai Juru selamat, mempunyai makna untuk iman kita maka perlu waktu-waktu khusus untuk mempersiapkan diri.

Makna yang kedua, Makna masa kini, yakni kita mau disadarkan kembali bahwa sebenarnya kedatangan Tuhan tidak hanya sekali terjadi.Secara historis memang terjadi 2000 tahun yang lampau di Betlehem negeri Palestina , tetapi sebenarnya setiap waktu, Tuhan datang kepada kita, hanya kita kurang menyadarinya, mungkin karena kita terlalu sibuk, terlena dengan kegiatan kita ; cari duit, cari hidup, cari kekayaan, cari kekuasaan, cari kesenangan sendiri lalu lupa memberi tempat kepada Tuhan, Tuhan seolah-olah berada jauh dan sibuk dengan diriNya sendiri dan kitapun sibuk dengan diri kita sendiri dan masing-masing kita tidak menghiraukan satu-sama lain. Karena itu dalam masa khusus ini kita mau menyadarinya kembali bahwa Tuhan itu senantiasa emmanuel “selalu beserta kita” Hanya kita yang tidak beserta Dia.

Makna yang ketiga dari adventus adalah Makna masa depan dimana di masa depan Tuhan datang kembali untuk membawa kita ke dalam kerajaanNya seperti yang kita dengar dalam bacaan pertama tadi, di mana Tuhan akan mengumpulkan segala bangsa dalam damai abadi dalam kerajaanNya.

Dan waktu kedatangan kembali itu kita tidak tahu, kita tidak tahu kapan dan saatnya, apakah sudah dekat atau masih lama. Kitab Suci tidak menyebutnya secara pasti kapan waktunya terjadi. Kitab Suci hanya menyebutkan supaya berjaga-jaga dan bersiap-siap. Karena itu hakekat atau inti dari masa adventus adalah masa berjaga-jaga. Berjaga-jaga dan bersiap-siap ini penting, karena menyangkut nasib, masa depan kita sendiri. Kalau tidak berjaga-jaga maka akan merugikan diri kita sendiri dan kita akibatnya ditanggung sendiri. (Saya membaca di surat khabar dan saya dengar banyak cerita dari orang bahwa di Kota Yogya ini banyak terjadi kasus kehilangan sepeda motor atau mobil. Karena itu polisi maupun teman-teman kita selalu memperingatkan supaya hati-hati, selalu waspada dan berjaga-jaga. Apabila lengah tentu resikonya ditanggung sendiri.) Jadi betapa pentingnya makna berjaga-jaga.

Dalam hal keselamatan pun demikian, kepada kita selalu diingatkan supaya berjaga-jaga. Masa Adventus pun adalah masa kita diingatkan supaya berjaga-jaga menantikan kedatangan Tuhan, sebab kedatangan Tuhan itu, menurut kitab suci seperti kedatangan maling motor, berlangsung begitu cepat dan terjadi pada waktu yang tidak disangkakan. Bila tidak berjaga-jaga maka kita akan kecolongan. Tentu kita tidak mau kecolongan dalam hal keselamatan.

Apa yang dimaksudkan dengan berjaga-jaga?. Apakah tidak boleh tidur, apakah tidak boleh istirahat? Apakah sepanjang malam kita harus berada di pos ronda? untuk menantikan kedatangan Tuhan itu?. Saya kira tidak demikian. Berjaga-jaga yang dimaksudkan Yesus dalam Injil tadi adalah sikap mawas diri, sikap tidak lupa diri, sikap tidak terlena. Sikap-sikap ini (mawas diri, sikap tidak lupa diri, sikap tidak terlena) ini penting dalam menyambut kedatangan Tuhan? Sebab sikap-sikap seperti ini adalah sikap-sikap anak Allah. Dan menurut iman kita, kita adalah anak Allah. Karena kita anak Allah maka menurut St. Paulus dalam bacaan kedua, harus hidup seperti siang hari, maksudnya menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan. Dalam bacaan kedua tadi, disebutkan bebebarapa perbuatan kegelapan seperti mencari kesenangan jasmani, hidup dalam perselisihan, dan iri hati dll. (kita bisa tambahkan sendiri). Dan st. Paulus meminta untuk meninggalkan semuanya itu dan mengenakan senjata terang. Itu berarti seruan adventus/ seruan berjaga-jaga, tidak lain suatu seruan atau ajakan untuk bertobat dan kembali ke jalan yang benar.

Hal kedua yang perlu kita sadari bahwa berjaga-jaga itu sifatnya aktif. Aktif menunggu, aktif menanti bukan pasif, diam menunggu, diam menanti. Aktif menunggu, aktif menanti maksudnya dalam menantikan kedatangan Tuhan, kita tidak menanti tok, tidak menunggu tok tetapi mengisinya dengan kegiatan atau perbuatan, aktivitas yang bermakna, aktivitas yang sarat makna. Bukan diam tanpa aktivitas, diam tidur-tiduran sambil menunggu akhir zaman ( Dulu pernah ada satu sekte dalam agama kristen, yang mengajarkan: akhir jaman sudah dekat, kita tidak pelu kerja lagi, kita diam menunggu di rumah masing-masing dan berdoa., bukan itu yang dimaksudkan berjaga-jaga, ). Berjaga-jaga yang dimaksudkan Yesus adalah kita tetap aktif dengan kegiatan-kegitatan kita asalkan kegiatan itu bermakna, mengarahkan kita untuk lebih dekat dengan Tuhan dan dengan sesama. Kalau demikian sebenarnya tidak ada persiapan khusus terhadap kedatangan Tuhan, asalkan kita setia dan mawas diri mengisi hari-hari hidup kita. Itulah persiapan kita dalam menantikan kedatangan Tuhan.

Selamat memasuki masa adventus, semoga dalam mempersiapkan kedatangan Tuhan ini kita tidak hanya menekankan perayaan kedatangan Kristus pada masa lampau tetapi terutama menyadari kedatangan Kristus masa kini dalam keseharian hidaup kita dan mempersiapkan hidup kita menyongsong kedatang Kristus masa depan. Dalam hal menantikan kedatangan Kristus masa depan kita menantikan kedatangan-Nya dalam keadaan berjaga-jaga, mawas diri, tidak lupa diri, tidak terlena tetapi mengisinya dengan hidup yang bermakna, menjauhkan perbuatan kegelapan, menciptakan hidup yang damai , tempat tidak ada lagi yang mengangkat tombak dan pedang untuk berperang melawan sesama sebab barang-barang itu telah dilebur menjadi pisau bajak. Mari kita berjalan dalam terang Tuhan.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment